Jangankamu tanya, jangan kamu minta kepada anak-anak adam. Mintalah kepada Zat yang pintunya tak pernah ditutup iaitu Allah swt. 24 jam. Bila nak minta, terserah. Allah akan marah kalau orang itu tidak minta kepada Allah swt. Allah, kalau tak diminta, Dia marah. Manusia, kalau banyak diminta, dia yang marah. Mintalahkepada Aku dan Aku akan memenuhi kehendak kamu semuanya". Semua penghuni syurga ketika itu tergamam, terdiam, tercengang dan terperanjat apabila mendengar kalimah dari Allah. Berkatalah seluruh manusia kepada Allah yang Maha Pencipta, yang Maha Berkuasa, yang Maha Pengasih dan Penyayang, "Wahai tuhan kami, izinkanlah kami sujud Jikaengkau memohon, pohonlah kepada Allah semata-mata. Jika engkau meminta pertolongan mintalah kepada Allah semata-mata. Ketahuilah bahawa jika semua umat manusia berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu menafaat, nescaya mereka tidak akan mampu memberi menafaat itu, melainkan dengan sesuatu yang telah ditaqdirkan oleh Allah. Pribadisemacam ini, walau kelihatan rajin ke gereja bahkan melayani, mengasihi Allah hanya sebatas bibir saja tetapi rohnya terpenjara. Waspadalah juga terhadap penjara dalam gereja! Dalam Lukas 21:10-12, kita melihat bahwa tanda akhir zaman yang sedang terjadi sekarang di dunia secara fisik - juga soal kerohanian - merupakan peringatan Allahs.w.t berfirman, maksudnya: "Mereka (muttaqin) sedikit sekali tidur pada waktu malam dan pada akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah)" (Surah Adz-Dzariyat ayat 18-19). Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit terendah iaitu ketika sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman Jadiketika pasangan tidak berbuat sebaik yang kita inginkan, percayalah dia hanya manusia yang sama dengan yang lain, penuh kekurangan dan kesilapan. Dia tidak akan mampu membalas kebaikan yang sudah kamu lakukan terhadapnya, jangan minta dia membalasnya, percuma, capek, mintalah kepada Allah. Allah yang Maha mampu melakukannya. . Skip to content HomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah Islam MINTALAH HANYA KEPADA ALLAH, BAHKAN MEMINTA TALI SANDAL SEKALIPUN MINTALAH HANYA KEPADA ALLAH, BAHKAN MEMINTA TALI SANDAL SEKALIPUN بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ MINTALAH HANYA KEPADA ALLAH, BAHKAN MEMINTA TALI SANDAL SEKALIPUN Dalam sebuah Hadis Qudsi, Allah ﷻ berfirman يا عبادي ! كلكم جائعٌ إلا من أطعمتُه . فاستطعموني أُطعمكم . يا عبادي ! كلكم عارٍ إلا من كسوتُه . فاستكسوني أكْسُكُم “Wahai hamba-Ku. Kalian semua kelaparan, kecuali orang yang Aku berikan makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan. Wahai hamba-Ku. Kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang Aku berikan pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan” [HR. Muslim no. 2577] Perhatikan, dalam perkara urusan makan dan pakaian saja Allah memerintahkan kita untuk meminta kepada-Nya. Nabi ﷺ bersabda إِذَا تَمَنَّى أَحَدُكُم فَلْيُكثِر ، فَإِنَّمَا يَسأَلُ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ “Barang siapa yang mengangankan sesuatu kepada Allah, maka perbanyaklah angan-angan tersebut, karena ia sedang meminta kepada Allah Azza wa Jalla.” [HR. Ibnu Hibban no. 889, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 437] Aisyah radhiallahu ta’ala anha juga mengatakan سَلُوا اللَّهَ كُلَّ شَيءٍ حَتَّى الشِّسعَ “Mintalah kepada Allah, bahkan meminta tali sandal sekalipun” [HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/42, Al Albani berkata “mauquf jayyid” dalam Silsilah Adh Dha’ifah no. 1363]. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan وكان بعض السلف يسأل الله في صلاته كل حوائجه حتى ملح عجينه وعلف شاته “Dahulu para salaf meminta kepada Allah dalam salatnya semua kebutuhannya, sampai-sampai garam untuk adonannya, dan tali kekang untuk kambingnya.” [Jami’ Al Ulum wal Hikam, 1/225] Maka perbanyaklah doa kepada Allah, bahkan untuk perkara yang remeh sekalipun, karena hal ini semakin menunjukkan kefaqiran kita di hadapan Allah ﷻ. Ikuti kami selengkapnya di WhatsApp +61 450 134 878 silakan mendaftar terlebih dahulu Website Facebook Instagram NasihatSahabatCom Telegram Pinterest Aisyah radhiyallahu’anha berkata Mintalah kepada Allah kemudahan untuk segala hal. Sampai pun pada urusan tali sandal. Karena jika Allah tidak memudahkannya, niscaya seseorang tidak akan mendapatkan kemudahan.” [Syu’abul Iman 1119/2 karya Al-Baihaqi] mintalahhanyakepadaAllah mohonkepadaAllah doakepadaAllah tauhid tawheed talisandalputus memohonhanyakepadaAllah Related Posts Sebagai hamba yang beriman, sudah tentu meyakini bahwa semua urusan adalah Allah Ta’ala yang mengaturnya. Semua bentuk Pertolongan dan Rezeki adalah Allah Ta’ala satu satuNya yang memberikanNya. Maka sungguh aneh ketika ada sebagian orang yang ngaku beriman masih mencari segala sesuatu urusan dengan selain Allah Ta’ala, baik itu urusan yang kelihatannya samar atau sepele sampai kepada urusan yang besar. Curhatan hati yang seharuskan direalisasikan dalam doa kepada Allah saja, ini sampai semua orang harus tahu, katanya berita kepada kawan biar senasib sepenanggungan, ikutan iba, cari perhatian yang tidak pada tempatnya. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajari kita tentang doa yang bakal mampu dan bisa menjawab setiap keluhan kita, masihkan kita tidak yaqin dengan doa ini sehingga masih berusaha mencari dari selainNya. اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” HR. Ahmad. Didalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah berwasiat kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma dengan sabdanya إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ Artinya “Apabila engkau meminta hajat, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan hanya kepada Allah.”. HR Ahmad dan At-Tirmidzi. Mari sejenak kita renungi hadits dibawah ini, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ حَتَّى يَسْأَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ “Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya kepada Tuhan, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta tali sandalnya ketika putus.” HR. at-Tirmidzi. Mintalah pertolongan kepada Allah Ta`ala ketika ingin melakukan apa pun selama itu bukan kejahatan. Mintalah pertolongan dan perlindungan kepada Allah Ta’ala meskipun itu untuk urusan yang sangat kecil. Semoga apa pun yang kita lakukan senantiasa Allah Ta`ala limpahi barakah dan menjadikannya sebagai penambah timbangan kebaikan di Yaumil-Qiyamah. Allah Ta’ala, berfirman وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِى وَلْيُؤْمِنُوا بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu Muhammad tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” QS. Al-Baqarah 2 Ayat 186 Sesungguhnya do’a itu adalah ibadah. Memperbanyaknya merupakan kebaikan. Merasa cukup sehingga menjauhkan diri dari berdo’a kepadaNya merupakan kesombongan. Dan ini merupakan kehinaan yang sangat besar. Jika menyombongkan diri di hadapan manusia saja tercela, apalagi menyombongkan diri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala, terhadap Allah Azza wa Jalla. Na’udzubillahi min dzaalik. Wallahu a’lam Abu Miqdam Komunitas Akhlaq Mulia Sahabat umma, sebagai seorang Muslim kita diimbau untuk memperbanyak doa. Apapun yang kita inginkan sebaiknya dipanjatkan kepada Allah di setiap kesempatan, baik itu untuk pemenuhan sehari-hari atau yang keinginan-keinginan Muhammad SAW pernah ditanya seorang sahabat terkait sesuatu yang akan berguna baginya dari sisi Allah. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Perbanyaklah berdoa. Sesungguhnya kamu tidak akan mengetahui kapan doamu akan terkabul." Hadits Riwayat Ath-ThabraniDalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman yang artinya,"Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan kecuali orang yang Aku berikan makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan. Wahai hamba-Ku, kaliam semua tidak berpakaian kecuali yang Aku berikan pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya akan Aku berikan." Hadits Riwayat MuslimFoto IlustrasiJika kita perhatikan baik-baik hadits qudsi di atas, pemenuhan kebutuhan dasar manusia seperti makanan dan pakaian saja kita harus meminta kepada Allah supaya diberikan kemudahan. Tidak cukup hanya dengan Rajab Rahimahullah dahulu pernah berkata bahwa para ulama salaf dalam salatnya meminta semua kebutuhannya kepada Allah, sampai-sampai gara untuk adonannya, dan tali kekang untuk dari itu perbanyaklah doa kepada Allah bahkan untuk urusan yang terkesan kecil pun, seperti soal tali sepatu, kita dianjurkan untuk meminta kepada Allah supaya mendapatkan kemudahan. Sebab jika Allah tidak memudahkannya niscaya kita tidak akan mendapatkan kita banyak berdoa kepada Allah maka akan semakin menunjukkan ketergantungan kita kepada-Nya dan juga memperlihatkan kefakiran kita di hadapan-Nya. WALAU sekecil manapun perkara itu, berdoalah memohon kepada ALLAH SWT kerana Dia tempat kita bergantung harap. BERDOA amat dianjurkan dalam Islam hinggakan mereka yang tidak berbuat demikian diumpakan sombong dengan ALLAH insan, sudah tentu tidak lengkap rasanya jika kita tidak mengadu dan meminta pertolongan daripada orang lain, apatah lagi kepada Tuhan yang telah menciptakan semua makhluk di muka bumi kerana secara fitrahnya, manusia memang memerlukan bantuan dan pertolongan orang lain termasuklah ketika menuju ke alam bercakap mengenai doa, adakah kita boleh berdoa kepada-Nya dan meminta perkara kecil atau remeh-temeh kepada ALLAH SWT seperti diberi peluang makan di restoran yang bagus atau supaya lampu isyarat merah bertukar hijau dengan segera?Dalam al-Quran, ALLAH SWT berfirman "Dan Tuhan kamu berfirman "Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu..." Surah Ghafir, ayat 60Ayat itu jelas menunjukkan, ALLAH SWT memberikan jaminan akan mengabulkan setiap permintaan hamba-Nya yang berdoa sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda "Hendaklah kalian berdoa dan meminta kepada ALLAH SWT segala hajatnya, hatta jika ingin meminta garam atau tali kasutnya apabila ia terputus." Jami' TirmiziSyeikh al-Mubarakfuri sewaktu mensyarahkan hadis itu menyatakan "Seluruh khazanah kekayaan milik ALLAH dan tiada Pemberi selain-Nya; maka mintalah apa sahaja dari-Nya hatta perkara-perkara yang ringan, kecil dan remeh."Sesungguhnya jika ALLAH SWT tidak memudahkan suatu urusan, nescaya ia tidak akan menjadi mudah untuk kita mendapatkannya."Justeru, berdoalah kepada ALLAH SWT walau sekecil-kecil perkara atau perkara yang bukan setakat dibolehkan, bahkan juga ia sebenarnya satu anjuran yang dipesan oleh Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat berdoa walaupun hanya sekecil-kecil perkara, ia sebenarnya menunjukkan betapa tingginya pergantungan kita kepada-Nya.Sumber Al-Kafi 1308 Bolehkah Berdoa Perkara Remeh kepada ALLAH SWT? Laman Web Rasmi Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan Dalam keadaan hidup yang amat mencabar, kita sering diuji dengan bermacam ujian hidup. Anak sakit, suami yang tidak peduli malah kewangan yang jarang sekali mencukupi. Lelahnya terasa sarat, tapi janganlah kita terlupa yang Allah sentiasa ada untuk mahu kita jadikan agar Allah sentiasa membantu kita dalam apa juga kesempitan. Puan Siti Rohani ketika menonton perkongsian daripada Ustaz Hanan Attaki di Youtube mendapat AGAR ALLAH SELALU MENOLONG KITAJika kita mahu Allah menolong kita, jika kita mahu banyak kejutan, jika kita mahu hidup kita penuh dengan tips ini. Tipsnya ada 2 ;1. Jangan Keluar Dari Jalan AllahTetaplah dalam Islam. Pasti Allah beri. Bila berada di jalan Allah tiba-tiba ada kejutan dari langit. Tetap sahaja disitu dulu. Usah kecewakan Allah. Usah sampai Allah lihat kita buat sesuatu yang Allah tidak jika Allah sudah unfollow kita maksudnya Allah sudah berlepas tangan dengan kita. Semuanya akan unfollow lagi jika Allah block kita sampai Allah sudah tidak pandang kita. Siapa lagi mahu tolong kita melainkan Allah. Apa pun masalah kita. Walau sesulit mana sampai kita buat perkara yang Allah larang. Tiada jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu. Ia melalui proses yang Selalu BerdoaSelalulah kita terus minta dari Allah. Doa kepada Allah. Doa itu adalah ibadah. Sekalipun belum dikabulkan doa, tetaplah kita berterusan Islam, berdoa itu sama seperti kita solat sunat 2 rakaat. Semakin kita banyak berdoa semakin Allah sayang kepada kita. Allah suka kepada hambaNya yang suka meminta buat sesuatu walau sekecil-kecil perkara minta dengan Allah Dengan Allah Walau Cuma GaramKata nabi, mintalah dengan Allah walaupun cuma doa sekalipun kita hanya mahukan garam. Minta dulu dengan sudah dapat pahala berdoa dan ditambah lagi keberkahan dalam garam cemburu bila kita banyak berterima kasih dengan makhluk sebelum bersyukur dengan Dia. Allah cemburu kita meminta-minta dari manusia. Sekiranya kita meminta-minta dengan Allah. Allah suka dahulu baru berikhtiar dan Siti Rohani بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِMINTALAH HANYA KEPADA ALLAH, UNTUK PERKARA REMEH SEKALIPUNKita semua adalah hamba, siapa pun kita. Apa yang kita miliki pada hakikatnya adalah pinjaman. Boleh pakai, tapi tidak untuk dimiliki. Rumah kita, meski tertulis atas nama kita pada sertifikat, tapi itu hanya hukum dunia saja. Sejatinya itu pun hanya hak pakai. Nanti rumah itu harus dipertanggungjawabkan. Halalnya dihisab, dan haramnya seorang hamba kita tak punya apa-apa. Kita miskin, lemah, dan tak berdaya. Hidup kita sepenuhnya bergantung kepada Allah. Oleh sebab itulah inti dari ibadah adalah menunjukkan penghambaan serta kehinaan diri di hadapan Allah, memerlihatkan kemiskinan serta rasa butuh kita pertanyaannya, sudahkah hal itu ada pada diri kita?Seberapa butuhkah kita kepada Allah?Rasulullah ﷺ bersabdaلِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى يَسْأَلَ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ“Hendaklah setiap kalian meminta kepada Rabbnya semua kebutuhannya, sampai-sampai tali sandalnya yang putus.” [HR. Ibnu Hibban894, Tirmidzi 8/3604, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykah 29]Pernahkah kita meminta tali sandal kepada Allah? Jika kita membaca kisah hidup Salafush Saleh, maka kita akan sangat malu. Bukan karena apa-apa, tapi karena mereka benar-benar menerapkan sabda itu dalam hidup mereka. Imam Ibnu Rajab rahimahullah menyebutkanوَ كَانَ بَعضُ السَّلَفِ يَسأَلُ اللَّهَ فِي صَلَاتِهِ كُلَّ حَوَائِجِهِ حَتَّى مِلحَ عَجِينِهِ وَ عَلَفَ شَاتِهِ“Dahulu ada di antara salaf itu yang meminta kepada Allah berdoa dalam salatnya segala kebutuhan hidupnya, sampai pun garam untuk adonan dan pakan kambingnya.” [Jami’ul Ulum wal Hikam 302]Subhanallah. Begitu besarnya ketergantungan mereka kepada Allah. Pantas mereka menjadi orang-orangterbaikyang pernah hidup di muka bumi ini. Adapun kita, sudahkah kita seperti itu? Meminta segalanya hanya kepada Allah ﷻ. Pernahkah kita meminta “garam” dalam doa salat kita?!Oleh sebab itu mulai saat ini, mari menanam dan memupuk rasa itu, yaitu ketergantungan kepada Allah. Kita tunjukkan kehinaan, kefakiran, dan kebutuhan kita kepada-Nya. Meminta segalanya, meski itu hanya tali sandal, makanan kambing, ataupun minta oleh Zahir al-Minangkabawi

mintalah kepada allah walau hanya garam